Di Era Digital, Data Pribadi Jadi Target Empuk
FaktaSehari – Di era digital yang serba cepat, data pribadi kini menjadi salah satu aset yang paling dicari oleh banyak pihak, termasuk pelaku kejahatan siber. Mulai dari nama lengkap, nomor telepon, hingga data keuangan sangat rentan dicuri jika tidak dijaga dengan baik. Oleh karena itu, kesadaran untuk melindungi informasi pribadi menjadi semakin penting demi keamanan digital yang berkelanjutan.
Risiko Menyimpan Kata Sandi di Browser
Meskipun terlihat praktis, menyimpan kata sandi di browser justru membuka celah besar bagi pelaku peretasan. Bila perangkat Anda jatuh ke tangan yang salah, seluruh akses akun digital Anda bisa terbuka lebar. Maka dari itu, gunakan password manager yang terenkripsi dan lebih aman, serta segera hapus semua kata sandi tersimpan di browser.
“Baca Juga : Krisna Muda Usia, Besar Semangat: Gen Z Jadi Ketua RW 02 Pademangan Barat“
Ancaman di Balik WiFi Publik
Mengakses WiFi gratis di tempat umum seperti kafe atau bandara memang menghemat kuota, tapi juga sangat berisiko. Jaringan publik seringkali tidak dienkripsi dengan baik dan mudah dibobol. Untuk mengurangi ancaman ini, aktifkan VPN dan sebisa mungkin gunakan jaringan seluler pribadi ketika mengakses informasi sensitif.
“Simak Juga : Pramono Anung Tegaskan Pengawasan Ketat Distribusi Pangan KJP“
Pentingnya Memperbarui Sistem Secara Berkala
Banyak orang menunda pembaruan sistem dengan alasan mengganggu kenyamanan, padahal ini bisa jadi celah bagi hacker. Pembaruan perangkat lunak biasanya mencakup perbaikan bug keamanan yang penting. Semakin lama Anda menunda update, semakin tinggi risiko terkena serangan digital yang merugikan.
Hati-Hati Terhadap Tautan Mencurigakan
Tautan atau lampiran di email yang tampaknya resmi bisa jadi jebakan siber. Banyak pelaku penipuan menyamar sebagai institusi terpercaya untuk mencuri informasi. Selalu periksa alamat pengirim dan jangan klik jika terdapat kejanggalan. Verifikasi informasi melalui sumber resmi sebelum mengambil tindakan.
Jangan Terlalu Gampang Membagikan Informasi Pribadi
Media sosial dan survei online seringkali memancing kita untuk mengungkapkan data pribadi. Padahal, informasi seperti alamat rumah atau nomor identitas bisa digunakan untuk pencurian identitas. Berhati-hatilah saat membagikan data di internet dan pastikan platform tersebut punya perlindungan privasi yang kuat.
Investasi Keamanan Siber untuk Pengguna Pribadi
Bukan hanya perusahaan besar, individu pun berisiko menjadi korban serangan siber. Oleh karena itu, gunakan software keamanan seperti antivirus dan firewall untuk perlindungan dasar. Dengan perlindungan yang baik, Anda bisa mengurangi kemungkinan kehilangan data pribadi akibat malware atau virus berbahaya.