Risiko Anak Terinfeksi Virus Nipah, IDAI Jelaskan Cara Mencegahnya
FaktaSehari – Meskipun virus Nipah lebih sering menginfeksi orang dewasa, anak-anak tetap berisiko terpapar. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan bahwa meski kasus pada anak lebih jarang, infeksi pada mereka tetap bisa terjadi. Terlebih lagi, anak yang memiliki penyakit penyerta lebih rentan mengalami infeksi berat. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk melakukan langkah pencegahan secara konsisten.
Anak Tidak Kebal terhadap Virus Nipah
Ketua Pengurus Pusat IDAI, dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A., Subsp.Kardio(K), menjelaskan bahwa meskipun lebih jarang terjadi, anak tetap bisa terinfeksi virus Nipah. “Anak memang lebih jarang terkena, tetapi bukan berarti kebal,” ujar Piprim dalam webinar IDAI. Ia mengingatkan orangtua untuk selalu berhati-hati dalam melindungi anak mereka dari bahaya virus ini.
Lingkungan Bisa Jadi Sumber Penularan Virus Nipah pada Anak
Selain itu, Prof. Dr. Dominicus Husada, anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI, menambahkan bahwa lingkungan sekitar anak bisa menjadi sumber paparan virus Nipah. Penularan dapat terjadi jika anak mengonsumsi buah yang terkontaminasi air liur atau gigitan kelelawar, terutama bila buah tersebut tidak dicuci atau dikupas dengan benar. “Kebiasaan anak memakan buah yang jatuh atau tampak masih layak sering tidak disadari orangtua,” katanya.
Penyakit Penyerta Meningkatkan Risiko Infeksi Berat pada Anak
Selain faktor lingkungan, anak dengan penyakit penyerta seperti gangguan jantung, ginjal, atau daya tahan tubuh rendah lebih rentan mengalami dampak berat. “Anak dengan penyakit bawaan berpotensi lebih berat jika terinfeksi virus Nipah,” jelas Dominicus. Oleh karena itu, pengawasan ekstra sangat penting bagi anak-anak dengan kondisi medis tertentu.
Gejala Virus Nipah pada Anak yang Sering Tertukar dengan Penyakit Ringan
Gejala awal infeksi virus Nipah pada anak sering kali mirip dengan penyakit ringan lainnya. Anak dapat mengalami demam, sakit kepala, atau muntah yang sering dianggap sebagai flu biasa. “Pada fase awal, virus ini sulit dikenali karena gejalanya sangat umum,” kata Dominicus. Jika tidak segera dikenali, infeksi ini bisa berkembang cepat menjadi gangguan kesadaran atau gangguan pernapasan yang lebih serius.
Pencegahan Menjadi Kunci Utama Perlindungan Anak
Menghadapi risiko ini, IDAI menekankan pentingnya pencegahan sebagai langkah utama dalam melindungi anak dari virus Nipah. “Orangtua harus membiasakan anak untuk mencuci tangan dengan sabun, mencuci dan mengupas buah sebelum dikonsumsi, serta menghindari buah yang sudah tergigit hewan,” ujar Piprim. Selain itu, pastikan makanan dimasak hingga matang dan batasi kontak anak dengan hewan yang berisiko.
Waspada Tanpa Panik: Kewaspadaan dengan Edukasi Lebih Efektif
Namun, Piprim juga mengingatkan orangtua untuk tidak terjebak dalam kepanikan berlebihan. Kewaspadaan yang diiringi dengan edukasi akan jauh lebih efektif dalam melindungi anak. “Penting bagi orangtua untuk memahami risiko dengan bijak dan menerapkan pencegahan secara konsisten tanpa menimbulkan kecemasan yang berlebihan,” jelasnya.


