Virus Nipah Masih Mengancam, Cara Mengurangi Risiko Penularannya

Virus Nipah Masih Mengancam, Cara Mengurangi Risiko Penularannya

FaktaSehari – Belakangan ini, virus Nipah kembali menjadi sorotan setelah sejumlah kasus dilaporkan terjadi di India. Virus yang ditularkan oleh kelelawar buah ini dapat menyebabkan infeksi berat bahkan kematian pada manusia. Di Indonesia, meskipun belum ada laporan kasus penularan virus ini, kewaspadaan terhadap penyebaran tetap diperlukan. Virus Nipah termasuk dalam kategori penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia, yang perlu terus dipantau.

Faktor Risiko Virus Nipah di Indonesia

Dr. Dicky Budiman, seorang epidemiolog dari Griffith University Australia, menjelaskan bahwa Indonesia memiliki faktor risiko alami terhadap virus Nipah karena kelelawar buah hidup luas di wilayah ini. “Yang harus dicegah adalah supaya virus itu tidak menginfeksi manusia,” ujar Dr. Dicky. Perubahan lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas manusia, seperti perusakan habitat, berpotensi meningkatkan interaksi antara manusia dan satwa liar, termasuk kelelawar buah. Oleh karena itu, upaya pencegahan penularan virus ini harus difokuskan pada pengurangan kontak antara manusia dan hewan sebagai sumber penularannya.

Cara Mengurangi Risiko Virus Nipah

Untuk mengurangi risiko penularan virus Nipah, ada beberapa langkah yang dapat diambil oleh masyarakat. Berikut adalah beberapa cara yang dianjurkan oleh para ahli kesehatan:

Baca Juga : Janice Tjen Masuk Ranking 47 Dunia, Catatkan Rekor Baru untuk Tenis Indonesia

1. Menghindari Paparan dari Hewan dan Lingkungan

Virus Nipah hidup secara alami pada kelelawar buah, dan penularannya dapat terjadi melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh kelelawar. Oleh karena itu, penting untuk mengurangi risiko paparan dari sumber-sumber yang berpotensi tercemar. Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain mencuci buah dengan bersih, mengupas kulit buah sebelum dikonsumsi, dan menghindari buah yang tampak rusak atau memiliki bekas gigitan hewan. Selain itu, makanan dan minuman yang berasal dari alam sebaiknya diolah dengan baik sebelum dikonsumsi. Penggunaan air nira segar yang tidak diolah juga harus dihindari, karena air nira dapat terkontaminasi oleh kelelawar, terutama jika dikonsumsi tanpa proses masak.

2. Perhatikan Kontak dengan Hewan

Karena virus Nipah dapat berpindah lintas spesies, kewaspadaan sangat penting dalam interaksi dengan hewan. Menghindari kontak langsung dengan hewan yang tampak sakit atau terluka adalah langkah yang perlu dilakukan. Selain itu, pastikan daging hewan dikonsumsi dalam kondisi matang untuk menghindari potensi penularan. Bagi peternak atau pekerja yang sering berinteraksi dengan hewan, penggunaan alat pelindung diri (APD) seperti masker dan sarung tangan sangat dianjurkan untuk menurunkan risiko penularan virus.

3. Jaga Kebersihan dan Terapkan Gaya Hidup Sehat

Kebersihan adalah kunci untuk mencegah penularan virus Nipah. Mencuci tangan dengan sabun setelah beraktivitas, terutama setelah kontak dengan hewan atau lingkungan terbuka, adalah kebiasaan yang sangat penting. Etika batuk dan bersin yang baik serta penggunaan masker saat sedang sakit juga dapat membantu mencegah penularan berbagai penyakit infeksi. Selain itu, menjaga daya tahan tubuh dengan pola makan bergizi seimbang, aktivitas fisik yang rutin, tidur yang cukup, dan pengelolaan stres yang baik sangat penting untuk mendukung kesehatan tubuh agar lebih siap menghadapi infeksi.

Tetap Waspada Tanpa Perlu Panik

Dalam menghadapi virus Nipah, pencegahan penyakit zoonosis sangat bergantung pada upaya menurunkan risiko paparan dan meningkatkan kewaspadaan. Edukasi masyarakat, pemantauan kesehatan, serta kesiapan layanan kesehatan menjadi bagian penting dalam menanggulangi potensi penyakit yang berasal dari hewan. Dengan memahami cara penularannya dan mengambil langkah-langkah pencegahan, masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungan, serta mengurangi risiko munculnya penyakit zoonosis di masa depan.