Puasa dan Dampaknya untuk Mengurangi Kebiasaan Merokok serta Menjaga Kesehatan Lambung
FaktaSehari – Puasa Ramadan sering kali dianggap sebagai waktu yang tepat untuk memperbaiki ibadah dan mengendalikan diri. Namun, puasa juga dapat menjadi kesempatan untuk memperbaiki kebiasaan hidup lainnya, seperti mengurangi konsumsi rokok. Dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, seorang dokter spesialis penyakit dalam, menjelaskan bahwa merokok berkontribusi pada masalah kesehatan lambung. Merokok dapat memicu berbagai gangguan pada lambung, termasuk peningkatan produksi asam lambung.
Saat Ramadan, waktu makan yang terbatas menyebabkan frekuensi merokok menurun. Hal ini berdampak positif pada kesehatan lambung, karena berkurangnya kebiasaan merokok mengurangi paparan bahan iritatif yang merusak saluran pencernaan. Dengan mengurangi konsumsi rokok, risiko gangguan lambung pun berkurang secara signifikan.
Efek Rokok pada Lambung dan Saluran Pencernaan
Merokok dapat meningkatkan produksi asam lambung yang berlebihan. Selain itu, rokok juga dapat melemahkan katup antara lambung dan kerongkongan, yang dikenal dengan nama sfingter esofagus bawah. Ketika katup ini melemah, asam lambung mudah naik ke kerongkongan dan menyebabkan sensasi terbakar di dada, atau yang biasa disebut heartburn.
Selain itu, rokok juga memengaruhi aliran darah ke dinding lambung, yang berakibat memperlambat penyembuhan luka atau peradangan pada lambung. Pada perokok aktif, gangguan lambung seperti gastritis dan GERD (penyakit refluks gastroesofageal) bisa lebih sering terjadi. Dengan berkurangnya frekuensi merokok selama Ramadan, dampak negatif rokok pada lambung bisa diminimalisir.
Puasa Membantu Mengendalikan Stres dan Meningkatkan Kesehatan Lambung
Selain faktor fisik, aspek psikologis juga berperan dalam kesehatan lambung. Stres dan kecemasan dapat meningkatkan produksi asam lambung, yang dapat memicu gangguan pencernaan. Puasa mendorong seseorang untuk lebih mengendalikan diri, termasuk mengatur emosi dan stres.
Selama Ramadan, umat Muslim diajak untuk lebih banyak beribadah, seperti salat sunnah dan berzikir, yang membantu menciptakan ketenangan pikiran. Suasana hati yang lebih stabil berkontribusi positif terhadap kesehatan lambung. Jadi, manfaat puasa bukan hanya soal jeda waktu makan, tetapi juga mencakup peningkatan pola hidup secara keseluruhan, termasuk mengelola stres dan mengurangi kebiasaan merokok.
Ramadan Sebagai Momentum Berhenti Merokok
Ramadan juga bisa menjadi titik awal untuk berhenti merokok. Jika seseorang mampu menahan diri tidak merokok selama berjam-jam, hal ini bisa menjadi langkah pertama untuk berhenti merokok secara permanen. Meskipun begitu, Dr. Ari mengingatkan pentingnya memperhatikan pola makan saat berbuka dan sahur.
Hindari mengonsumsi makanan berlebihan, terutama yang terlalu pedas atau berlemak. Hal ini bisa memicu lonjakan asam lambung. Pastikan pula asupan cairan yang cukup dan pilih makanan yang ramah bagi lambung. Dengan pola makan yang tepat, manfaat puasa dapat maksimal, tidak hanya untuk kesehatan lambung, tetapi juga untuk berhenti merokok.
Kesimpulan: Puasa untuk Kesehatan Lambung dan Berhenti Merokok
Dr. Ari menyatakan bahwa puasa Ramadan dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan lambung, terutama jika diiringi dengan pengurangan atau bahkan penghentian kebiasaan merokok. Dengan pola hidup yang lebih terkontrol, termasuk makan teratur dan mengurangi stres, risiko gangguan lambung bisa ditekan.
Ramadan bukan hanya waktu untuk menahan lapar dan haus, tetapi juga untuk merawat tubuh. Manfaatkan momentum ini untuk mengubah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan sehat, agar lambung lebih sehat dan tubuh lebih bugar.


