Faktor Genetik Ternyata Berperan dalam Efektivitas Obat Antiobesitas Modern

Faktor Genetik Ternyata Berperan dalam Efektivitas Obat Antiobesitas Modern

FaktaSehari – Penggunaan obat antiobesitas berbasis GLP-1 semakin meningkat karena dinilai efektif membantu menurunkan berat badan pada banyak pasien. Namun, hasil terapi sering kali berbeda meskipun obat dan dosis yang digunakan sama. Ada pasien yang mengalami penurunan berat badan secara signifikan, sementara sebagian lainnya hanya memperoleh hasil yang terbatas. Penelitian terbaru mengungkap bahwa faktor genetik diduga menjadi salah satu penyebab utama perbedaan tersebut. Temuan ini membuka peluang penerapan terapi obesitas yang lebih personal dengan mempertimbangkan profil genetik setiap individu sehingga pengobatan dapat menjadi lebih efektif dan aman.

Penelitian Terbaru Ungkap Peran Faktor Genetik

Sejumlah ilmuwan menemukan bahwa variasi gen tertentu dapat memengaruhi respons tubuh terhadap obat antiobesitas golongan glucagon-like peptide-1 atau GLP-1. Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Nature menunjukkan bahwa gen yang mengatur hormon usus berperan penting dalam proses pengendalian nafsu makan serta sistem pencernaan. Oleh karena itu, penelitian ini dinilai sebagai langkah awal menuju pengobatan obesitas yang lebih presisi berdasarkan karakteristik biologis masing-masing pasien.

Cara Kerja Obat GLP-1 dalam Menurunkan Berat Badan

Obat agonis reseptor GLP-1 seperti semaglutide dan tirzepatide bekerja dengan meniru hormon alami yang diproduksi usus. Hormon tersebut membantu mengurangi rasa lapar, memperlambat proses pengosongan lambung, serta meningkatkan pengaturan kadar insulin. Kombinasi mekanisme tersebut membuat pasien merasa kenyang lebih lama sehingga asupan kalori dapat berkurang. Karena efektivitasnya, terapi GLP-1 kini menjadi salah satu pilihan utama dalam penanganan obesitas di berbagai negara.

Respons Pasien Berbeda Meski Menggunakan Obat yang Sama

Meskipun memiliki mekanisme kerja yang serupa, setiap pasien dapat menunjukkan hasil terapi yang berbeda. Sebagian orang mengalami penurunan berat badan dalam jumlah besar, sedangkan yang lain hanya kehilangan beberapa kilogram. Selain itu, tingkat efek samping juga tidak sama pada setiap individu. Perbedaan tersebut mendorong para peneliti mencari faktor biologis yang memengaruhi keberhasilan pengobatan, termasuk kemungkinan adanya pengaruh variasi genetik.

Baca Juga : Tempat Menyaksikan Siaran Langsung Piala Dunia 2026 Spanyol vs Belgia Hari Ini

Varian Gen Tertentu Dikaitkan dengan Hasil Terapi

Peneliti dari lembaga riset medis nirlaba 23andMe menganalisis data 27.885 pasien yang menggunakan obat GLP-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa individu yang memiliki varian gen reseptor GLP-1 bernama rs10305420 cenderung mengalami penurunan berat badan yang sedikit lebih besar dibandingkan pasien tanpa varian tersebut. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa faktor genetik berkontribusi terhadap efektivitas terapi obesitas.

Gen Lain Berhubungan dengan Efek Samping Pengobatan

Selain memengaruhi efektivitas terapi, penelitian juga menemukan bahwa varian gen rs1800437 berkaitan dengan meningkatnya risiko mual dan muntah pada pasien yang menggunakan tirzepatide. Namun, varian tersebut tidak berhubungan langsung dengan besarnya penurunan berat badan. Dengan demikian, faktor genetik tidak hanya memengaruhi hasil terapi, tetapi juga kemungkinan munculnya efek samping selama proses pengobatan berlangsung.

Dosis Lebih Tinggi Berpotensi Memberikan Hasil Lebih Baik

Analisis terbaru yang dipresentasikan dalam European Congress on Obesity 2026 menunjukkan bahwa pasien yang menggunakan Wegovy dosis 7,2 miligram mengalami penurunan berat badan rata-rata hampir 21 persen setelah 72 minggu terapi. Bahkan, kelompok pasien yang memberikan respons awal yang baik mampu mencapai rata-rata penurunan berat badan hingga 27,7 persen. Meski demikian, hasil tersebut tidak dapat dijadikan standar bagi seluruh pasien karena respons terapi tetap bersifat individual.

Tidak Semua Pasien Merespons dengan Cara yang Sama

Para peneliti menegaskan bahwa pasien yang tidak menunjukkan penurunan berat badan secara cepat tetap dapat memperoleh manfaat klinis yang bermakna. Menurut Dr. Dror Dicker dari Faculty of Medicine and Health Sciences, Tel Aviv University, keberhasilan terapi tidak hanya diukur dari hasil tertinggi, tetapi juga dari peningkatan kesehatan secara keseluruhan. Oleh sebab itu, evaluasi terapi perlu dilakukan berdasarkan kondisi masing-masing pasien.

Terapi Obesitas Diperkirakan Akan Semakin Personal

Perkembangan penelitian mengenai faktor genetik membuka peluang lahirnya pendekatan pengobatan yang lebih personal pada masa depan. Informasi genetik dapat membantu dokter menentukan terapi yang paling sesuai bagi setiap pasien, baik dari sisi efektivitas maupun keamanan. Seiring meningkatnya prevalensi obesitas di berbagai negara, penelitian mengenai terapi berbasis genetik diperkirakan akan terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam dunia kedokteran modern.