Ahli Gizi Jelaskan: Makan Banyak Saat Lebaran Tidak Langsung Picu Penyakit
FaktaSehari – Banyak masyarakat masih percaya bahwa makan berlebihan saat Lebaran bisa langsung menyebabkan gangguan kesehatan. Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat. Dokter sekaligus ahli gizi masyarakat, Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum, menegaskan bahwa konsumsi makanan dalam jumlah besar dalam satu hari tidak serta-merta membuat seseorang jatuh sakit.
Menurutnya, kasus sakit yang muncul secara mendadak biasanya berkaitan dengan faktor lain, seperti kebersihan makanan. “Tidak ada orang mendadak sakit gara-gara makan banyak sehari, kecuali kasus tertentu seperti muntaber akibat masalah kebersihan,” jelas dr. Tan. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu terlalu khawatir saat menikmati hidangan khas Lebaran.
Faktor Utama Ada pada Pola Makan Jangka Panjang
Lebih lanjut, dr. Tan menjelaskan bahwa kondisi kesehatan seseorang tidak ditentukan oleh satu kali makan dalam jumlah besar. Sebaliknya, pola makan dalam jangka panjang justru memiliki pengaruh yang lebih signifikan terhadap tubuh. Kebiasaan konsumsi makanan tinggi gula dan lemak selama periode tertentu dapat memberikan dampak kumulatif.
Sebagai contoh, selama bulan Ramadhan banyak orang mengonsumsi takjil yang tinggi gula serta gorengan hampir setiap hari. Kebiasaan tersebut, jika berlangsung terus-menerus, lebih berpotensi memengaruhi kesehatan dibandingkan satu hari makan berlebihan saat Lebaran. Dengan demikian, Lebaran hanya menjadi puncak dari pola makan sebelumnya.
Tubuh Perlu Adaptasi Setelah Ramadhan
Selain itu, perubahan pola makan setelah Ramadhan juga menjadi faktor penting yang sering disalahpahami. Selama satu bulan, tubuh terbiasa dengan pola makan yang terbatas, baik dari segi waktu maupun jumlah. Ketika Lebaran tiba, pola tersebut berubah secara drastis.
Akibatnya, tubuh memerlukan waktu untuk beradaptasi kembali dengan pola makan normal. Proses adaptasi ini terkadang menimbulkan rasa tidak nyaman, seperti kembung atau lemas. Namun demikian, kondisi tersebut bukan berarti tubuh langsung mengalami penyakit akibat makanan Lebaran.
Kebersihan Makanan Tetap Menjadi Faktor Penting
Meski makan banyak tidak langsung menyebabkan sakit, faktor kebersihan makanan tetap perlu diperhatikan. Dr. Tan menegaskan bahwa gangguan kesehatan seperti muntaber lebih sering disebabkan oleh makanan yang tidak higienis. Oleh karena itu, cara pengolahan dan penyimpanan makanan menjadi hal yang krusial.
Selain itu, memastikan makanan tetap bersih dan layak konsumsi dapat mencegah berbagai risiko kesehatan. Dengan langkah sederhana seperti menjaga kebersihan tangan dan alat makan, potensi gangguan kesehatan dapat diminimalkan secara signifikan.
Tidak Perlu Khawatir Berlebihan Saat Menikmati Lebaran
Pada akhirnya, masyarakat diimbau untuk tidak merasa takut berlebihan saat menikmati hidangan Lebaran. Selama makanan dikonsumsi dengan wajar dan dalam kondisi higienis, risiko gangguan kesehatan dapat ditekan. Lebaran seharusnya menjadi momen kebahagiaan, bukan sumber kekhawatiran.
Dengan pemahaman yang tepat, masyarakat dapat lebih bijak dalam mengatur pola makan. Selain itu, menjaga keseimbangan gaya hidup secara keseluruhan akan memberikan dampak yang jauh lebih besar bagi kesehatan dibandingkan hanya fokus pada satu hari perayaan.


