<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>IDAI Archives - Fakta Sehari</title>
	<atom:link href="https://faktasehari.com/tag/idai/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://faktasehari.com/tag/idai/</link>
	<description>Informasi seputar fakta sehari-hari</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Jan 2026 17:26:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://faktasehari.com/wp-content/uploads/2025/07/cropped-cropped-faktasehari.com_-32x32.png</url>
	<title>IDAI Archives - Fakta Sehari</title>
	<link>https://faktasehari.com/tag/idai/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Risiko Anak Terinfeksi Virus Nipah, IDAI Jelaskan Cara Mencegahnya</title>
		<link>https://faktasehari.com/kesehatan/risiko-anak-terinfeksi-virus-nipah-idai-jelaskan-cara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fakta Sehari]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2026 17:26:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[anaksehat]]></category>
		<category><![CDATA[carauntukmencegah]]></category>
		<category><![CDATA[gejalavirusnipah]]></category>
		<category><![CDATA[IDAI]]></category>
		<category><![CDATA[infeksisehat]]></category>
		<category><![CDATA[infeksivirusnipah]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatananak]]></category>
		<category><![CDATA[pencegahanvirusnipah]]></category>
		<category><![CDATA[penularanvirusnipah]]></category>
		<category><![CDATA[penyakitpenyerta]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungananak]]></category>
		<category><![CDATA[virusnipah]]></category>
		<category><![CDATA[virusnipahpadaanak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://faktasehari.com/?p=2054</guid>

					<description><![CDATA[<p>FaktaSehari – Meskipun virus Nipah lebih sering menginfeksi orang dewasa, anak-anak tetap berisiko terpapar. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan bahwa meski kasus pada anak lebih jarang, infeksi pada mereka tetap bisa terjadi. Terlebih lagi, anak yang memiliki penyakit penyerta lebih rentan mengalami infeksi berat. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk melakukan langkah pencegahan secara [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://faktasehari.com/kesehatan/risiko-anak-terinfeksi-virus-nipah-idai-jelaskan-cara/">Risiko Anak Terinfeksi Virus Nipah, IDAI Jelaskan Cara Mencegahnya</a> appeared first on <a href="https://faktasehari.com">Fakta Sehari</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong><em><a href="https://faktasehari.com/">FaktaSehari</a></em></strong> – Meskipun virus Nipah lebih sering menginfeksi orang dewasa, anak-anak tetap berisiko terpapar. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan bahwa meski kasus pada anak lebih jarang, infeksi pada mereka tetap bisa terjadi. Terlebih lagi, anak yang memiliki penyakit penyerta lebih rentan mengalami infeksi berat. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk melakukan langkah pencegahan secara konsisten.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Anak Tidak Kebal terhadap Virus Nipah</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Ketua Pengurus Pusat IDAI, dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A., Subsp.Kardio(K), menjelaskan bahwa meskipun lebih jarang terjadi, anak tetap bisa terinfeksi virus Nipah. &#8220;Anak memang lebih jarang terkena, tetapi bukan berarti kebal,&#8221; ujar Piprim dalam webinar IDAI. Ia mengingatkan orangtua untuk selalu berhati-hati dalam melindungi anak mereka dari bahaya virus ini.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Lingkungan Bisa Jadi Sumber Penularan Virus Nipah pada Anak</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, Prof. Dr. Dominicus Husada, anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI, menambahkan bahwa lingkungan sekitar anak bisa menjadi sumber paparan virus Nipah. Penularan dapat terjadi jika anak mengonsumsi buah yang terkontaminasi air liur atau gigitan kelelawar, terutama bila buah tersebut tidak dicuci atau dikupas dengan benar. &#8220;Kebiasaan anak memakan buah yang jatuh atau tampak masih layak sering tidak disadari orangtua,&#8221; katanya.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Penyakit Penyerta Meningkatkan Risiko Infeksi Berat pada Anak</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Selain faktor lingkungan, anak dengan penyakit penyerta seperti gangguan jantung, ginjal, atau daya tahan tubuh rendah lebih rentan mengalami dampak berat. &#8220;Anak dengan penyakit bawaan berpotensi lebih berat jika terinfeksi virus Nipah,&#8221; jelas Dominicus. Oleh karena itu, pengawasan ekstra sangat penting bagi anak-anak dengan kondisi medis tertentu.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Gejala Virus Nipah pada Anak yang Sering Tertukar dengan Penyakit Ringan</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Gejala awal infeksi virus Nipah pada anak sering kali mirip dengan penyakit ringan lainnya. Anak dapat mengalami demam, sakit kepala, atau muntah yang sering dianggap sebagai flu biasa. &#8220;Pada fase awal, virus ini sulit dikenali karena gejalanya sangat umum,&#8221; kata Dominicus. Jika tidak segera dikenali, infeksi ini bisa berkembang cepat menjadi gangguan kesadaran atau gangguan pernapasan yang lebih serius.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Pencegahan Menjadi Kunci Utama Perlindungan Anak</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Menghadapi risiko ini, IDAI menekankan pentingnya pencegahan sebagai langkah utama dalam melindungi anak dari virus Nipah. &#8220;Orangtua harus membiasakan anak untuk mencuci tangan dengan sabun, mencuci dan mengupas buah sebelum dikonsumsi, serta menghindari buah yang sudah tergigit hewan,&#8221; ujar Piprim. Selain itu, pastikan makanan dimasak hingga matang dan batasi kontak anak dengan hewan yang berisiko.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Waspada Tanpa Panik: Kewaspadaan dengan Edukasi Lebih Efektif</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, Piprim juga mengingatkan orangtua untuk tidak terjebak dalam kepanikan berlebihan. Kewaspadaan yang diiringi dengan edukasi akan jauh lebih efektif dalam melindungi anak. &#8220;Penting bagi orangtua untuk memahami risiko dengan bijak dan menerapkan pencegahan secara konsisten tanpa menimbulkan kecemasan yang berlebihan,&#8221; jelasnya.</p>
<p>The post <a href="https://faktasehari.com/kesehatan/risiko-anak-terinfeksi-virus-nipah-idai-jelaskan-cara/">Risiko Anak Terinfeksi Virus Nipah, IDAI Jelaskan Cara Mencegahnya</a> appeared first on <a href="https://faktasehari.com">Fakta Sehari</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kolaborasi IDAI dan RS Daerah untuk Penanganan Penyakit Jantung Bawaan</title>
		<link>https://faktasehari.com/umum/kolaborasi-idai-dan-rs-daerah-untuk-penanganan-penyakit-jantung-bawaan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Budi Santoso]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 May 2025 06:48:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[IDAI]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jnatung]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://faktasehari.com/?p=1383</guid>

					<description><![CDATA[<p>Fakta Sehari &#8211; Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bersama rumah sakit daerah di berbagai provinsi kini intensif memperkuat penanganan penyakit jantung bawaan. Penyakit ini menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada bayi dan anak di Indonesia. Angka kejadian terus meningkat setiap tahun, terutama di wilayah dengan keterbatasan fasilitas medis. Kolaborasi IDAI ini ditujukan untuk mempercepat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://faktasehari.com/umum/kolaborasi-idai-dan-rs-daerah-untuk-penanganan-penyakit-jantung-bawaan/">Kolaborasi IDAI dan RS Daerah untuk Penanganan Penyakit Jantung Bawaan</a> appeared first on <a href="https://faktasehari.com">Fakta Sehari</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong><em><a href="https://faktasehari.com/">Fakta Sehari </a></em></strong>&#8211; Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bersama rumah sakit daerah di berbagai provinsi kini intensif memperkuat penanganan penyakit jantung bawaan. Penyakit ini menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada bayi dan anak di Indonesia. Angka kejadian terus meningkat setiap tahun, terutama di wilayah dengan keterbatasan fasilitas medis. Kolaborasi IDAI ini ditujukan untuk mempercepat deteksi dini serta penanganan yang lebih tepat. RSUD di berbagai daerah kini dilibatkan dalam program pelatihan dan pembaruan standar pelayanan. Dalam prosesnya, IDAI juga memberikan dukungan dalam bentuk alat bantu diagnostik. Termasuk pelatihan penggunaan echocardiography dan alat monitoring lainnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penyakit Jantung Bawaan Sering Terlambat Dideteksi</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu masalah utama dalam kasus jantung bawaan pada anak adalah keterlambatan diagnosis. Banyak kasus tidak terdeteksi hingga anak mengalami gagal tumbuh atau sesak berat. Bahkan sebagian ditemukan setelah kondisi sudah sangat parah dan memerlukan operasi besar. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan alat serta tenaga medis yang belum terlatih. Di daerah, dokter umum dan perawat sering tidak mengenali tanda-tanda awal. Akibatnya, penanganan terlambat dan risiko kematian meningkat. Kolaborasi antara IDAI dan RSUD bertujuan memutus siklus ini. Pelatihan dokter dan bidan sangat ditekankan agar gejala awal bisa dikenali lebih cepat.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://commonssight.com/kesehatan/kecanduan-gula-bisa-dikurangi-dengan-7-minuman-ini/"><strong><em>&#8220;Baca Juga : Kecanduan Gula Bisa Dikurangi dengan 7 Minuman Ini&#8221;</em></strong></a></p>



<h2 class="wp-block-heading">Program Pelatihan Intensif bagi Tenaga Medis</h2>



<p class="wp-block-paragraph">IDAI menyelenggarakan pelatihan intensif selama dua pekan di 15 RSUD yang tersebar di pulau Jawa, Sumatra, dan Kalimantan. Pelatihan ini difokuskan pada identifikasi gejala, penggunaan alat, serta manajemen rujukan. Tim pelatih terdiri dari dokter spesialis jantung anak serta ahli gizi anak. Selain itu, peserta juga dilatih cara berkomunikasi dengan orang tua pasien. Pasalnya, keterbukaan informasi medis menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan. Dalam modul pelatihan, juga disertakan simulasi kasus dengan alat bantu multimedia. Evaluasi berkala dilakukan setiap tiga bulan untuk mengukur peningkatan kapasitas layanan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Dukungan Alat dan Teknologi Diagnostik</h2>



<p class="wp-block-paragraph">IDAI bersama mitra sponsor menyumbangkan sejumlah perangkat untuk mendukung RSUD. Termasuk echocardiography portabel, oksimeter neonatal, serta alat EKG mini. Alat-alat ini dapat membantu deteksi dini tanpa harus merujuk ke rumah sakit besar. Selain itu, RSUD juga diberikan akses ke sistem konsultasi daring dengan dokter spesialis. Lewat platform ini, dokter daerah bisa mengirim data pasien untuk ditinjau pakar IDAI. Fitur ini sangat membantu daerah terpencil yang tidak memiliki dokter subspesialis jantung. Pemerintah daerah turut diminta mendukung dengan menyediakan koneksi internet dan sumber daya tambahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://faktasehari.com/ekonomi/erick-thohir-ingin-pensiunan-himbara-berdaya-guna-lagi/"><strong><em>&#8220;Simak juga: Erick Thohir Ingin Pensiunan Himbara Berdaya Guna Lagi”</em></strong></a></p>



<h2 class="wp-block-heading">Keterlibatan Keluarga dalam Proses Pengobatan</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam pendekatan baru yang dikembangkan, IDAI juga menekankan pentingnya peran keluarga. Orang tua pasien dilibatkan aktif dalam edukasi tentang penyakit jantung bawaan. Mereka diberikan brosur dan video edukasi dalam bahasa lokal. Selain itu, digelar pula sesi konseling untuk mendampingi emosi mereka. Keterlibatan keluarga terbukti mempercepat proses pemulihan anak. Dengan pemahaman yang baik, keluarga bisa mendukung terapi rutin dan kontrol lanjutan. Di beberapa daerah, kelompok pendamping keluarga pasien mulai terbentuk. Komunitas ini menjadi tempat berbagi pengalaman dan saling memberi semangat.</p>
<p>The post <a href="https://faktasehari.com/umum/kolaborasi-idai-dan-rs-daerah-untuk-penanganan-penyakit-jantung-bawaan/">Kolaborasi IDAI dan RS Daerah untuk Penanganan Penyakit Jantung Bawaan</a> appeared first on <a href="https://faktasehari.com">Fakta Sehari</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
