<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Menteri Archives - Fakta Sehari</title>
	<atom:link href="https://faktasehari.com/tag/menteri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://faktasehari.com/tag/menteri/</link>
	<description>Informasi seputar fakta sehari-hari</description>
	<lastBuildDate>Sun, 19 Oct 2025 10:59:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://faktasehari.com/wp-content/uploads/2025/07/cropped-cropped-faktasehari.com_-32x32.png</url>
	<title>Menteri Archives - Fakta Sehari</title>
	<link>https://faktasehari.com/tag/menteri/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pertemuan Mendadak di Kediaman Jalan Kertanegara</title>
		<link>https://faktasehari.com/umum/prabowo-panggil-menteri-bahas-sdm-stem/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fakta Sehari]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Oct 2025 10:59:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[FaktaSehari]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kabinet Merah Putih]]></category>
		<category><![CDATA[Kertanegara]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://faktasehari.com/?p=1808</guid>

					<description><![CDATA[<p>FaktaSehari &#8211; Pada Minggu sore, 19 Oktober 2025, Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri dari Kabinet Merah Putih ke kediaman pribadinya di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan. Meski hari libur, para menteri datang menunjukkan bahwa urusan kabinet bukan sekadar rutinitas biasa. Sebagai pengamat, saya melihat pertemuan ini sebagai sinyal bahwa presiden Prabowo ingin mempercepat pengambilan keputusan strategis tanpa [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://faktasehari.com/umum/prabowo-panggil-menteri-bahas-sdm-stem/">Pertemuan Mendadak di Kediaman Jalan Kertanegara</a> appeared first on <a href="https://faktasehari.com">Fakta Sehari</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><em><a href="/">FaktaSehari</a></em></strong> &#8211; Pada Minggu sore, 19 Oktober 2025, <strong><a href="https://faktasehari.com/">Prabowo</a></strong> Subianto memanggil sejumlah menteri dari Kabinet Merah Putih ke kediaman pribadinya di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan. Meski hari libur, para menteri datang menunjukkan bahwa urusan kabinet bukan sekadar rutinitas biasa. Sebagai pengamat, saya melihat pertemuan ini sebagai sinyal bahwa presiden Prabowo ingin mempercepat pengambilan keputusan strategis tanpa menunggu hari kerja berikutnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kedatangan Menteri Sebagai Indikasi Agenda Prioritas</h2>



<p>Di antara menteri yang datang, Bahlil Lahadalia (Menteri ESDM) tampak hadir lebih awal. Kemudian, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kepala BIN Mohammad Herindra, dan Panglima TNI Agus Subianto menyusul. Terakhir, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi tiba. Kehadiran mereka memberikan gambaran bahwa rapat terbatas ini berkaitan dengan isu lintas kementerian khususnya terkait pengembangan sumber daya manusia berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics). Dari sudut saya, ini menunjukkan bahwa pemerintah menempatkan penguatan SDM teknologi sebagai prioritas penting.</p>



<p><strong><em><a href="https://trenharapan.com/pidato-prabowo-ukri-ekonomi-lapangan-kerja/ekonomi/">&#8220;Baca Juga : Prabowo Subianto: Pemimpin yang Paham Realitas dan Harapan Rakyat&#8221;</a></em></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading">Fokus Rapat Terbatas: Pengembangan SDM Berbasis STEM</h2>



<p>Dalam pernyataannya, Prasetyo Hadi menyebut bahwa rapat akan membahas pengembangan SDM berbasis STEM. Hal ini relevan dengan kebutuhan Indonesia untuk menghadapi tantangan global teknologi dan inovasi. Saya pribadi berpandangan bahwa ketika pemerintah langsung memanggil menteri di hari libur, itu menandakan urgensi tinggi tidak sekadar simulasi politik, melainkan upaya nyata mengakselerasi strategi nasional.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Latar Belakang: Kenapa Hari Libur Dipilih untuk Rapat</h2>



<p>Meski bukan lagi hari kerja formal, pemilihan Minggu sore sebagai waktu rapat menunjukkan fleksibilitas dan penekanan pada efisiensi. Di satu sisi, ini bisa mempercepat respons terhadap isu strategis. Namun di sisi lain, saya mempertanyakan apakah model ini berkelanjutan dalam jangka panjang, terutama terkait beban kerja pejabat publik. Bagaimanapun, pemerintah tampaknya ingin memperlihatkan bahwa “waktu tidak boleh menunggu”.</p>



<p><strong><em><a href="https://polluxtier.com/health/bgn-evaluasi-mitra-sppg-tak-aktif/">&#8220;Simak Juga : BGN Tegas Bersikap: Calon Mitra SPPG Tak Aktif Langsung Dicoret&#8221;</a></em></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading">Implikasi bagi Kabinet Merah Putih</h2>



<p>Kabar rapat hari libur ini juga bisa menjadi indikator bagi Kabinet Merah Putih bahwa kehendak presiden tidak akan menunggu birokrasi panjang. Jika benar tindakan ini menjadi tren, maka birokrasi konvensional mungkin harus berubah menjadi lebih agile. Sebagai pengamat, saya mencatat bahwa menteri‑menteri yang hadir harus segera menunjukkan hasil nyata agar kehadiran mereka tidak hanya simbolik.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Momentum Untuk Tindakan Nyata</h2>



<p>Menurut saya, momen ini punya potensi besar untuk menghasilkan langkah konkret. Pemerintah kini berbicara bukan hanya tentang visi, tetapi tindakan dan rapat hari libur ini menegaskan hal itu. Tantangannya adalah memastikan bahwa hasil rapat tersebut tidak berhenti pada pernyataan publik, tetapi diterjemahkan ke dalam kebijakan dan perubahan yang bisa dirasakan masyarakat. Di era di mana teknologi dan SDM menjadi penentu masa depan, ini bisa menjadi salah satu titik balik bagi Indonesia.</p>
<p>The post <a href="https://faktasehari.com/umum/prabowo-panggil-menteri-bahas-sdm-stem/">Pertemuan Mendadak di Kediaman Jalan Kertanegara</a> appeared first on <a href="https://faktasehari.com">Fakta Sehari</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Erick Thohir Ingin Pensiunan Himbara Berdaya Guna Lagi</title>
		<link>https://faktasehari.com/ekonomi/erick-thohir-ingin-pensiunan-himbara-berdaya-guna-lagi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Budi Santoso]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 May 2025 22:43:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[BUMN]]></category>
		<category><![CDATA[Erick Thohir]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://faktasehari.com/?p=1380</guid>

					<description><![CDATA[<p>Fakta Sehari &#8211; Menteri BUMN Erick Thohir menyoroti potensi besar para pensiunan bank Himbara. Menurutnya, mereka adalah aset bangsa yang belum dimanfaatkan optimal. Setelah puluhan tahun bekerja di industri perbankan, pengalaman mereka sangat kaya. Sayangnya, sebagian besar dari mereka justru berhenti total saat pensiun. Erick ingin mengubah pola pikir tersebut. Ia mendorong agar pensiunan tetap [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://faktasehari.com/ekonomi/erick-thohir-ingin-pensiunan-himbara-berdaya-guna-lagi/">Erick Thohir Ingin Pensiunan Himbara Berdaya Guna Lagi</a> appeared first on <a href="https://faktasehari.com">Fakta Sehari</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><em><a href="https://faktasehari.com/">Fakta Sehari </a></em></strong>&#8211; Menteri BUMN Erick Thohir menyoroti potensi besar para pensiunan bank Himbara. Menurutnya, mereka adalah aset bangsa yang belum dimanfaatkan optimal. Setelah puluhan tahun bekerja di industri perbankan, pengalaman mereka sangat kaya. Sayangnya, sebagian besar dari mereka justru berhenti total saat pensiun. Erick ingin mengubah pola pikir tersebut. Ia mendorong agar pensiunan tetap aktif secara sosial dan ekonomi. Gagasan ini disambut positif oleh banyak pihak. Khususnya oleh komunitas pensiunan yang selama ini merasa terpinggirkan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Potensi Besar di Balik Pengalaman Pensiunan</h2>



<p>Pensiunan bank Himbara memiliki pengetahuan mendalam soal keuangan. Mereka pernah mengelola kredit, investasi, hingga strategi bisnis skala besar. Erick Thohir  menilai pengalaman tersebut sangat relevan untuk pembinaan UMKM. Banyak pelaku usaha kecil membutuhkan mentor berpengalaman. Sayangnya, mereka sering kali tidak tahu harus belajar dari siapa. Di sinilah posisi para pensiunan menjadi strategis. Mereka bisa jadi pembimbing, konsultan, hingga fasilitator keuangan. Bahkan bisa membentuk koperasi atau lembaga pendampingan sendiri. Pengalaman mereka tidak boleh hilang begitu saja.</p>



<p><a href="https://inewscomplex.com/dusun-bondan-jadi-contoh-pemanfaatan-energi-hijau-di-pedesaan/news/"><strong><em>&#8220;Baca Juga : Dusun Bondan Jadi Contoh Pemanfaatan Energi Hijau di Pedesaan&#8221;</em></strong></a></p>



<h2 class="wp-block-heading">Program Sinergi BUMN dan Komunitas Pensiunan</h2>



<p>Kementerian BUMN tengah menyiapkan program khusus untuk hal ini. Program tersebut melibatkan sinergi antara bank Himbara dan yayasan pensiunan. Erick Thohir  menyebut akan ada pelatihan ulang dan pendampingan intensif. Fokusnya adalah pada pengembangan kapasitas dan literasi digital. Karena banyak pensiunan belum terbiasa dengan teknologi baru. Pelatihan ini diharapkan membuat mereka lebih adaptif. Sehingga bisa kembali berkontribusi dalam ekosistem ekonomi lokal. Dalam jangka panjang, program ini juga menekan angka pengangguran usia lanjut.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Peluang di Sektor UMKM dan Keuangan Mikro</h2>



<p>Sektor UMKM dianggap sangat potensial untuk dijalani para pensiunan. Mereka bisa menjadi pengelola dana mikro atau mitra bina usaha. Bahkan beberapa bisa membuka usaha sendiri bersama rekan pensiunan lainnya. Erick percaya pola ini bisa menciptakan mata rantai ekonomi baru. Para pensiunan tidak hanya kembali produktif. Mereka juga bisa membuka lapangan kerja bagi orang lain. Bank-bank Himbara akan berperan sebagai penyalur dana dan pelatih. Kolaborasi ini diyakini berdampak nyata dalam waktu dekat.</p>



<p><a href="https://faktasehari.com/tips/tips-dokter-mengatasi-skin-barrier-yang-rusak-untuk-kulit-glowing/"><strong><em>&#8220;Simak juga: Tips Dokter Mengatasi Skin Barrier yang Rusak untuk Kulit Glowing”</em></strong></a></p>



<h2 class="wp-block-heading">Dukungan dari Lembaga Keuangan dan Swasta</h2>



<p>Beberapa bank pelat merah telah menunjukkan dukungannya. Bank BRI, BNI, BTN, dan Mandiri siap memfasilitasi kebutuhan modal kerja. Termasuk membantu dalam pembuatan legalitas dan laporan keuangan. Selain itu, pihak swasta juga mulai dilibatkan dalam pelatihan. Misalnya perusahaan teknologi yang bisa memperkenalkan sistem digital. Erick ingin sinergi ini tidak hanya jadi slogan. Tapi benar-benar diwujudkan dalam bentuk kerja nyata. Karena itu, monitoring ketat akan dilakukan oleh Kementerian BUMN.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Cerita Sukses Pensiunan yang Kembali Produktif</h2>



<p>Beberapa kisah sukses mulai bermunculan dari program percontohan. Misalnya, mantan pegawai Bank BNI yang kini membuka koperasi simpan pinjam. Ia berhasil membantu lebih dari 100 UMKM di daerahnya. Ada juga eks pegawai Bank Mandiri yang menjadi mentor wirausaha muda. Keberhasilan mereka jadi inspirasi bagi pensiunan lain. Menurut Erick, narasi semacam ini harus diperbanyak. Supaya masyarakat percaya bahwa usia bukan halangan berkarya. Banyak yang semula pesimis, kini mulai membentuk komunitas usaha.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Tantangan dan Upaya Mengubah Pola Pikir</h2>



<p>Meski begitu, tantangan tetap ada di lapangan. Banyak pensiunan merasa minder dan tidak percaya diri. Mereka menganggap masa produktif sudah lewat. Erick ingin mengubah persepsi ini lewat pendekatan personal. Ia mendorong perusahaan BUMN membentuk komunitas khusus. Di dalamnya, ada pendamping psikologis dan motivator. Selain itu, proses inkubasi usaha dirancang sesederhana mungkin. Supaya semua lapisan pensiunan bisa mengikutinya. Erick yakin dengan proses yang tepat, hasilnya akan positif.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Langkah Jangka Panjang Membangun Ekosistem</h2>



<p>Program ini tidak hanya bertujuan memberdayakan individu. Tapi juga membangun ekosistem jangka panjang berbasis pensiunan. Erick ingin menciptakan rantai nilai yang saling terhubung. Dari pelatihan, permodalan, hingga distribusi produk. Bahkan ke depan, pensiunan bisa terlibat dalam proyek-proyek BUMN. Mereka bisa menjadi konsultan, evaluator, atau tenaga teknis. Semua tergantung dari kompetensi yang dimiliki. Intinya, tidak ada yang dikesampingkan karena faktor usia.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Harapan Terhadap Generasi Pensiunan Mendatang</h2>



<p>Erick berharap program ini menjadi warisan positif ke depan. Ia ingin generasi pensiunan berikutnya lebih siap mental. Sejak awal mereka sudah punya perencanaan pensiun produktif. Tidak lagi bergantung pada dana pensiun saja. Tapi mampu mandiri lewat aktivitas ekonomi dan sosial. Harapannya, Indonesia memiliki komunitas lansia yang aktif dan sejahtera. Pensiunan bukan beban negara, tapi justru pendorong ekonomi lokal. Erick menyebut perubahan ini hanya soal kemauan bersama.</p>
<p>The post <a href="https://faktasehari.com/ekonomi/erick-thohir-ingin-pensiunan-himbara-berdaya-guna-lagi/">Erick Thohir Ingin Pensiunan Himbara Berdaya Guna Lagi</a> appeared first on <a href="https://faktasehari.com">Fakta Sehari</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
