Cara Menyimpan Keju Agar Tahan Lama dan Tidak Mudah Berjamur

Cara Menyimpan Keju Agar Tahan Lama dan Tidak Mudah Berjamur

FaktaSehari – Keju dikenal sebagai bahan makanan yang cukup sensitif terhadap kondisi penyimpanan. Meskipun sudah disimpan di dalam kulkas, keju sering kali tetap berjamur jika tidak ditangani dengan benar. Akibatnya, banyak orang terpaksa membuang keju yang sebenarnya masih berukuran cukup besar.

Oleh karena itu, memahami cara menyimpan keju dengan tepat menjadi hal penting agar kualitas dan rasa keju tetap terjaga. Dengan teknik penyimpanan yang benar, keju dapat bertahan lebih lama tanpa mengalami kerusakan atau pertumbuhan jamur yang berlebihan.

Perbedaan Penyimpanan Keju Natural dan Keju Olahan

Menurut Ayu Utami Linggih, pemilik usaha keju natural asal Bali bernama Rosalie, cara menyimpan keju dapat berbeda tergantung pada jenisnya. Ayu yang juga merupakan lulusan Teknik Pangan menjelaskan bahwa keju natural dan keju olahan memerlukan perlakuan yang berbeda.

Keju natural biasanya lebih sensitif terhadap perubahan suhu dan kelembapan. Oleh karena itu, metode penyimpanan harus diperhatikan secara khusus agar kualitasnya tetap terjaga.

Baca Juga :Travis Binnion: Peran Kunci di Balik Sukses Manchester United Era Michael Carrick

Simpan Keju dalam Kondisi Dingin

Salah satu langkah paling penting dalam menyimpan keju adalah memastikan keju selalu berada dalam kondisi dingin. Setelah kemasan dibuka, keju sebaiknya langsung disimpan kembali di dalam kulkas.

Ayu menjelaskan bahwa keju perlu dibungkus kembali menggunakan kertas pembungkus yang biasanya terdapat pada kemasan awal. Setelah itu, keju dapat dilapisi lagi dengan plastik pembungkus agar tetap rapat.

Dengan cara ini, keju akan terlindungi dari udara luar yang dapat memicu perubahan kelembapan dan mempercepat pertumbuhan jamur.

Hindari Kelembapan Berlebih pada Keju

Keju yang dibiarkan terbuka atau dibungkus secara kurang rapat biasanya akan menghasilkan embun pada permukaannya. Embun tersebut membuat kondisi keju menjadi lembap, sehingga jamur dapat tumbuh lebih cepat.

Oleh karena itu, memastikan pembungkus keju tetap rapat sangat penting untuk menjaga kualitasnya. Dengan begitu, risiko munculnya jamur dapat diminimalkan.

Tidak Semua Jamur pada Keju Berbahaya

Menariknya, tidak semua jamur yang muncul pada keju berarti keju tersebut harus dibuang. Pada beberapa jenis keju natural, jamur tertentu justru merupakan bagian dari proses pembuatannya.

Sebagai contoh, keju dengan jamur putih sering kali masih aman untuk dikonsumsi. Sementara itu, pada keju keras, jamur hitam yang muncul biasanya dapat diatasi dengan memotong bagian yang terkena jamur tersebut.

Namun demikian, kondisi keju tetap harus diperhatikan secara keseluruhan sebelum dikonsumsi.

Tanda Keju Sudah Tidak Layak Konsumsi

Selain munculnya jamur, perubahan rasa juga dapat menjadi tanda bahwa keju sudah tidak layak dimakan. Biasanya, keju yang sudah terlalu matang memiliki aroma dan rasa yang sangat tajam.

Ayu menggambarkan kondisi tersebut seperti buah yang terlalu matang. Rasanya dapat menyerupai aroma amonia yang kuat. Meski demikian, beberapa orang justru menyukai rasa keju yang lebih matang karena dianggap memiliki karakter rasa yang lebih kompleks.

Suhu Ideal Menyimpan Keju di Kulkas

Menurut American Cheese Society, suhu ideal untuk menyimpan keju berkisar antara 1,6 hingga 7 derajat Celsius. Kondisi ini dapat menjaga kualitas keju sekaligus memperlambat pertumbuhan mikroorganisme.

Karena itu, menyimpan keju di dalam kulkas menjadi pilihan yang paling tepat. Bagian kulkas yang direkomendasikan adalah rak paling bawah, terutama yang berada dekat dengan tempat penyimpanan buah dan sayuran.

Gunakan Wadah Kaca untuk Menyimpan Keju

Selain memperhatikan suhu, jenis wadah penyimpanan juga berperan penting dalam menjaga kualitas keju. Salah satu pilihan terbaik adalah menggunakan wadah berbahan kaca.

Wadah kaca dapat membantu menjaga sirkulasi udara sekaligus mempertahankan kelembapan yang stabil di dalamnya. Dengan kondisi tersebut, keju dapat disimpan lebih lama tanpa mudah rusak.