Mengintip Layanan Anak Sunway Medical Centre yang Ramah ADHD dan Autisme
FaktaSehari – Layanan Anak Sunway Medical Centre dirancang untuk membuat pengalaman berobat terasa lebih nyaman bagi pasien anak dan keluarga. Rumah sakit yang berada di Sunway City, Selangor, Malaysia, ini tidak hanya memperhatikan aspek medis. Lingkungan perawatan juga dirancang agar lebih ramah bagi anak, termasuk mereka yang memiliki ADHD dan autisme. Pendekatan tersebut terlihat dari pemilihan warna, tata ruang, furnitur, hingga fasilitas khusus di area Children’s Tower. Selain itu, pusat layanan anak ini memiliki ratusan tempat tidur dan puluhan subspesialisasi. Sunway Medical Centre juga menyediakan IGD anak, Pediatric ICU, layanan hemato-onkologi, serta departemen tumbuh kembang. Menariknya, pendekatan perawatan turut melibatkan keluarga. Orangtua dapat mendampingi anak selama proses perawatan tertentu. Bagi pasien internasional, termasuk dari Indonesia, rumah sakit juga menawarkan layanan pendampingan yang lebih terintegrasi.
Layanan Anak Sunway Medical Centre Dibuat Lebih Bersahabat
Bagi anak, rumah sakit sering menjadi tempat yang terasa asing dan menegangkan. Karena itu, Layanan Anak Sunway Medical Centre mencoba mengubah kesan tersebut melalui lingkungan yang lebih ramah. Area Children’s Tower, Tower F, dirancang sebagai pusat perawatan khusus pasien anak internasional. Suasana di dalamnya dibuat berbeda dari gambaran rumah sakit pada umumnya. Warna pastel dan cerah digunakan untuk memberikan kesan lebih hangat. Namun, pemilihan warna bukan hanya soal estetika. Dr Ng Lee Li, General Manager Women & Children Services Sunway Medical Centre, menjelaskan bahwa desain dibuat dengan mempertimbangkan kebutuhan anak dengan ADHD dan autisme. Tujuannya adalah mengurangi rangsangan berlebihan yang dapat membuat anak merasa tidak nyaman. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pengalaman pasien anak menjadi bagian penting dari desain layanan. Dalam praktiknya, kenyamanan lingkungan dapat membantu anak merasa lebih tenang sebelum menjalani pemeriksaan atau tindakan medis.
Warna Lembut Dipilih agar Anak Tidak Mudah Overstimulasi
Salah satu perhatian utama Sunway Medical Centre adalah mengurangi risiko overstimulation. Anak dengan ADHD maupun autisme dapat lebih sensitif terhadap warna, suara, atau lingkungan yang terlalu ramai. Karena itu, rumah sakit memilih kombinasi warna yang tetap cerah tetapi tidak terlalu tajam. Menurut Dr Ng, setiap elemen interior dirancang agar lebih bersahabat bagi pasien anak. Furnitur juga dipilih tanpa ujung tajam untuk meningkatkan keamanan. Detail seperti ini mungkin terlihat sederhana, tetapi memiliki dampak besar terhadap pengalaman anak. Anak yang merasa lebih nyaman cenderung lebih mudah beradaptasi selama berada di rumah sakit. Selain itu, orangtua juga dapat merasa lebih tenang ketika melihat lingkungan yang aman. Dari sudut pandang layanan kesehatan, desain ruang memang semakin dipandang sebagai bagian dari pengalaman pasien. Rumah sakit tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengobatan, tetapi juga sebagai ruang pemulihan yang perlu mendukung kondisi psikologis pasien.
Baca Juga : Warga Khawatir Pembatasan Elpiji 3 Kg Rugikan Pedagang Kecil
Setiap Lantai Memiliki Tema Berbeda untuk Anak
Konsep ramah anak juga diterapkan pada kamar rawat inap. Setiap lantai memiliki tema berbeda, mulai dari laut hingga taman dengan beragam hewan. Pendekatan tersebut membuat area perawatan terasa lebih hidup dan tidak terlalu kaku. Selain itu, beberapa kamar menawarkan pemandangan Sunway Lagoon Theme Park. Pemandangan seperti ini dapat memberikan distraksi positif bagi pasien anak yang harus menjalani perawatan dalam waktu cukup lama. Di area tunggu, rumah sakit juga menyediakan kid zone. Area bermain tersebut berada di seberang ruang tunggu orangtua. Dengan demikian, anak dapat bermain sementara orangtua tetap bisa mengawasi. Konsep ini menunjukkan adanya keseimbangan antara kebebasan anak dan rasa aman keluarga. Bagi pasien anak, pengalaman kecil seperti bermain atau melihat pemandangan dapat membantu mengurangi rasa bosan. Terlebih lagi, beberapa pasien harus menjalani perawatan berulang atau jangka panjang.
Sunway Medical Centre Punya 216 Tempat Tidur Anak
Dari sisi kapasitas, Layanan Anak Sunway Medical Centre memiliki fasilitas yang cukup besar. Pusat pasien anak internasional tersebut menyediakan 216 tempat tidur. Selain itu, terdapat 28 subspesialisasi anak yang didukung oleh 56 konsultan pediatri. Menurut Dr Ng, jumlah dokter dan layanan terus bertambah dari tahun ke tahun. Sebelumnya, rumah sakit memiliki 22 subspesialisasi anak. Kini jumlahnya meningkat menjadi 28. Penambahan tersebut menunjukkan bahwa layanan anak terus dikembangkan untuk menangani kebutuhan yang semakin beragam. Semakin banyak subspesialisasi, semakin besar pula kemampuan rumah sakit dalam menangani kasus yang memerlukan pendekatan spesifik. Dalam dunia pediatri, kebutuhan pasien dapat berbeda jauh antara satu anak dengan lainnya. Ada pasien yang membutuhkan penanganan sederhana. Namun, ada juga pasien dengan penyakit kompleks yang perlu melibatkan beberapa dokter sekaligus. Karena itu, keberadaan banyak subspesialisasi menjadi nilai penting.
IGD Anak Dipisahkan dari IGD Dewasa
Sunway Medical Centre juga memiliki instalasi gawat darurat khusus anak. Area tersebut dipisahkan dari IGD dewasa agar pasien anak mendapat pemeriksaan yang lebih sesuai dengan kondisi mereka. Sistem IGD anak dibagi menjadi tiga zona, yaitu hijau, kuning, dan merah. Zona hijau ditujukan bagi pasien dengan kondisi yang relatif ringan. Sementara itu, zona kuning digunakan untuk pasien yang membutuhkan perhatian lebih cepat. Adapun pasien dengan kondisi sangat kritis langsung diarahkan ke zona merah. Sistem ini membantu tenaga medis menentukan prioritas penanganan. Dalam kondisi darurat, kecepatan dan ketepatan keputusan menjadi sangat penting. Pemisahan IGD anak juga dapat memberikan suasana yang lebih tenang bagi pasien kecil. Selain itu, tenaga medis yang menangani pasien anak dapat lebih fokus pada karakteristik medis pediatri. Perbedaan usia, berat badan, dan respons tubuh membuat penanganan anak memang tidak selalu sama dengan pasien dewasa.
Kasus Kompleks Ditangani dengan Tim Multidisiplin
Sunway Medical Centre tidak hanya menangani keluhan umum pada anak. Rumah sakit ini juga memiliki Pediatric ICU, Hemato-Onkologi Anak, serta Departemen Tumbuh Kembang Anak. Menurut Dr Ng, setiap tahun rumah sakit menangani sekitar 751 anak dengan tingkat keberhasilan yang disebut mencapai 99 persen. Fasilitas tertentu memiliki 17 tempat tidur khusus dan didukung tim multidisiplin dari 28 subspesialisasi anak. Sistem tersebut memungkinkan pasien dengan kondisi kompleks mendapatkan penanganan dari beberapa bidang sekaligus. Beberapa kasus yang ditangani mencakup meningitis, ensefalitis, radiologi intervensi, hingga transplantasi sumsum tulang. Pendekatan multidisiplin menjadi penting karena penyakit kompleks sering melibatkan lebih dari satu organ atau sistem tubuh. Karena itu, kolaborasi antara dokter dapat membantu penyusunan rencana perawatan yang lebih menyeluruh. Namun, setiap kasus tetap memiliki tingkat kompleksitas dan prognosis yang berbeda.
Orangtua Bisa Mendampingi Anak di Ruang ICU
Pendekatan berpusat pada keluarga menjadi salah satu bagian penting dalam layanan anak. Sunway Medical Centre mengizinkan orangtua mendampingi anak di ruang ICU selama proses perawatan. Menurut Dr Ng, rumah sakit berusaha menghindari pemisahan antara pasien anak dan keluarga. Pendekatan ini dapat memberikan rasa aman bagi anak, terutama saat berada dalam kondisi yang menegangkan. Kehadiran orangtua sering menjadi sumber kenyamanan yang sulit digantikan. Selain itu, perawatan bayi juga dilakukan bersama tim multidisiplin yang terdiri dari dokter dan perawat. Model seperti ini menunjukkan bahwa keluarga tidak diposisikan hanya sebagai pendamping pasif. Mereka menjadi bagian dari pengalaman perawatan anak. Dalam kasus tertentu, keterlibatan keluarga juga membantu tenaga medis memahami kebiasaan, riwayat, serta kondisi emosional pasien. Karena itu, pendekatan family-centered care semakin banyak digunakan dalam layanan pediatri modern.
Pasien Indonesia Mendapat Dukungan Layanan Tambahan
Sunway Medical Centre juga memberikan perhatian khusus kepada pasien internasional, termasuk dari Indonesia. Rumah sakit menyediakan layanan penjemputan dari bandara untuk mempermudah perjalanan pasien dan keluarga. Selain itu, tersedia Sunway Sanctuary yang terkoneksi langsung dengan rumah sakit sebagai pilihan akomodasi. Bagi keluarga yang menjalani pengobatan jangka panjang, fasilitas seperti ini dapat mengurangi beban logistik. Pendampingan juga tidak berhenti ketika pasien meninggalkan ruang perawatan. Rumah sakit menyediakan layanan after care dan tindak lanjut sesuai kebutuhan. Hambatan bahasa pun berusaha diminimalkan. Sejumlah perawat disebut dapat berbahasa Indonesia karena cukup banyak pasien asal Indonesia yang berobat di sana. Sunway Medical Centre juga memiliki Indonesian Patient Centre dengan petugas asal Indonesia. Bagi pasien luar negeri, komunikasi menjadi bagian penting dalam proses pengobatan. Penjelasan medis yang dipahami dengan baik dapat membantu keluarga mengambil keputusan dengan lebih tenang.
Pernah Tangani Bayi Indonesia dengan Kondisi Jantung Langka
Salah satu kasus yang disebut dalam materi sumber adalah penanganan Baby Kenzo dari Indonesia pada 2025. Bayi tersebut datang dengan kelainan jantung yang sangat langka. Dalam kondisi itu, tim medis melakukan prosedur balloon atrial septostomy langsung di samping tempat tidur pasien di ICU. Tindakan tersebut dilakukan karena kondisi pasien tidak memungkinkan untuk dipindahkan ke kamar operasi. Kasus ini menggambarkan pentingnya fleksibilitas dalam penanganan pasien kritis. Dalam situasi tertentu, prosedur medis perlu disesuaikan dengan kondisi pasien. Karena itu, keberadaan tim yang berpengalaman dan fasilitas pendukung menjadi sangat penting. Namun, penanganan seperti ini selalu bergantung pada evaluasi medis individual. Setiap pasien memiliki kondisi yang berbeda. Kisah Baby Kenzo menjadi salah satu contoh bagaimana layanan anak di rumah sakit tersebut menangani kasus dengan kebutuhan sangat kompleks.
Pasien Leukemia Bisa Membutuhkan Perawatan Jangka Panjang
Sebagian penyakit anak membutuhkan proses pengobatan yang panjang. Leukemia menjadi salah satu contohnya. Dr Ng menjelaskan bahwa pasien dengan kondisi seperti ini biasanya tidak langsung kembali ke negara asal setelah menjalani satu tindakan. Dalam beberapa kasus, pasien dan keluarga bahkan disarankan tinggal di sekitar rumah sakit selama periode yang panjang. Menurut penjelasannya, proses tersebut dapat berlangsung hingga sekitar satu tahun. Kondisi ini tentu membawa tantangan besar bagi keluarga. Selain aspek medis, mereka juga harus memikirkan tempat tinggal, biaya hidup, pendidikan anak, dan kebutuhan sehari-hari. Karena itu, keberadaan akomodasi yang terhubung dengan rumah sakit dapat membantu. Namun, lama perawatan setiap pasien tetap bergantung pada diagnosis, respons terapi, dan keputusan tim dokter. Pendekatan yang terintegrasi menjadi penting agar keluarga tidak hanya mendapatkan layanan medis, tetapi juga dukungan selama menjalani proses panjang tersebut.
Layanan Anak Sunway Medical Centre Fokus pada Pengalaman Pasien
Layanan Anak Sunway Medical Centre menunjukkan bagaimana rumah sakit dapat menggabungkan kemampuan medis dengan pengalaman pasien yang lebih manusiawi. Ruang ramah ADHD dan autisme, furnitur aman, tema kamar anak, serta kid zone menjadi bagian dari pendekatan tersebut. Di sisi medis, rumah sakit memiliki 216 tempat tidur, 28 subspesialisasi, 56 konsultan pediatri, IGD anak, PICU, serta layanan untuk kasus kompleks. Selain itu, keluarga dilibatkan secara aktif selama proses perawatan. Pasien internasional juga mendapatkan dukungan tambahan, mulai dari layanan bandara hingga pusat pelayanan khusus Indonesia. Menurut saya, pendekatan seperti ini penting karena kebutuhan pasien anak tidak hanya berkaitan dengan penyakit. Rasa takut, kenyamanan, komunikasi, serta kehadiran keluarga juga memengaruhi pengalaman mereka selama menjalani perawatan. Pada akhirnya, pelayanan pediatri yang baik membutuhkan keseimbangan antara teknologi medis, keahlian dokter, dan lingkungan yang mampu membuat anak merasa lebih aman.


