Apa Itu Etomidate? Zat dalam Vape yang Terkait Kasus Selebgram Jule

Apa Itu Etomidate? Zat dalam Vape yang Terkait Kasus Selebgram Jule

Fakta SehariBahaya etomidate pada vape kembali menjadi perhatian setelah zat tersebut dikaitkan dengan kasus yang melibatkan selebgram Julia Prastini atau Jule. Pada penggunaan medis, etomidate merupakan obat anestesi intravena dengan kerja cepat. Obat ini digunakan tenaga medis dalam situasi tertentu untuk menginduksi anestesi. Namun, konteksnya berubah ketika etomidate dimasukkan ke dalam cairan rokok elektronik dan digunakan tanpa pengawasan medis. Di Indonesia, etomidate kini termasuk Narkotika Golongan II. Karena itu, penggunaannya di luar ketentuan medis bukan sekadar persoalan tren vape. Ada risiko kesehatan dan konsekuensi hukum yang perlu dipahami masyarakat.

Apa Sebenarnya Etomidate?

Etomidate merupakan obat anestesi yang diberikan melalui pembuluh darah. Dalam praktik medis, obat ini dapat digunakan untuk induksi anestesi umum karena memiliki onset yang cepat. Artinya, pasien dapat memasuki kondisi anestesi dalam waktu singkat setelah pemberian intravena. Namun, etomidate bukan obat yang dirancang untuk digunakan melalui vape. Pemberian di rumah sakit juga dilakukan dengan dosis yang diperhitungkan serta pemantauan tenaga medis. Kondisi tersebut sangat berbeda dari penggunaan cairan vape ilegal. Pada produk ilegal, pengguna belum tentu mengetahui jumlah zat yang masuk ke tubuh atau kandungan lain yang terdapat di dalam cartridge.

Etomidate Digunakan sebagai Obat Anestesi

Dalam lingkungan medis, etomidate memiliki kegunaan yang spesifik. Obat ini digunakan untuk membantu menginduksi anestesi sebelum prosedur tertentu. Salah satu karakteristiknya adalah efek terhadap sistem kardiovaskular yang relatif terbatas dibandingkan beberapa agen induksi lain dalam kondisi tertentu. Namun, karakter tersebut tidak membuat etomidate aman digunakan secara bebas. Obat anestesi bekerja pada sistem saraf pusat dan membutuhkan pengawasan ketat. Tenaga medis juga mempertimbangkan kondisi pasien, dosis, serta risiko efek samping sebelum menggunakannya. Dengan demikian, statusnya sebagai obat medis tidak dapat dijadikan alasan bahwa etomidate aman ketika dicampurkan ke dalam vape.

Baca Juga: Bisul pada Anak Bukan karena Banyak Makan Telur, Kenali Penyebabnya

Mengapa Etomidate dalam Vape Menjadi Berbahaya?

Masalah utama muncul ketika obat anestesi digunakan melalui cara yang tidak ditujukan untuk penggunaan medis. Etomidate yang diberikan di rumah sakit memiliki dosis dan jalur pemberian yang terkontrol. Sebaliknya, vape ilegal dapat membuat jumlah zat yang terhirup sulit diketahui. Pengguna juga tidak mempunyai kepastian mengenai konsentrasi, kemurnian, maupun zat lain yang dicampurkan ke dalam cairan. Efek pada kesadaran dan koordinasi dapat muncul karena etomidate mempunyai aktivitas hipnotik pada sistem saraf pusat. Kondisi tersebut berpotensi berbahaya jika seseorang sedang mengemudi, berada di jalan, atau melakukan aktivitas yang membutuhkan keseimbangan dan kewaspadaan.

Penurunan Kesadaran Menjadi Salah Satu Risiko Serius

Etomidate memang digunakan untuk menghasilkan efek hipnotik dalam proses anestesi. Karena itu, penyalahgunaannya dapat memengaruhi tingkat kesadaran. Otoritas kesehatan Singapura telah memperingatkan bahwa penyalahgunaan vape yang mengandung etomidate dapat menyebabkan kebingungan, gangguan koordinasi, kejang, hingga kehilangan kesadaran. Dampak seperti ini juga meningkatkan risiko cedera sekunder. Seseorang yang kehilangan kontrol tubuh dapat terjatuh atau mengalami kecelakaan. Inilah alasan penyalahgunaan obat anestesi tidak dapat disamakan dengan penggunaan cairan vape biasa. Efeknya dapat melibatkan sistem saraf dan muncul dalam situasi yang tidak terkontrol.

Etomidate Dapat Menekan Produksi Hormon Adrenal

Salah satu efek etomidate yang telah dikenal dalam dunia medis adalah kemampuannya menekan sintesis hormon adrenal. Bahkan, informasi resmi obat mencatat bahwa dosis induksi etomidate dapat menurunkan konsentrasi kortisol dan aldosteron dalam plasma. Kortisol berperan dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk respons terhadap stres. Karena itu, efek terhadap adrenal menjadi pertimbangan medis ketika obat ini digunakan. Risiko penggunaan berulang atau tidak terkontrol melalui vape tentu menimbulkan kekhawatiran tambahan. Namun, dampak penggunaan inhalasi ilegal tidak boleh disederhanakan dengan menyamakan seluruh efeknya dengan penggunaan intravena di rumah sakit karena dosis dan paparannya dapat berbeda.

Gerakan Otot Tidak Terkendali Juga Perlu Diwaspadai

Etomidate juga diketahui dapat menimbulkan gerakan otot sementara atau myoclonus ketika digunakan sebagai obat anestesi. Efek tersebut telah tercantum dalam informasi resmi obat. Dalam konteks penyalahgunaan vape, otoritas kesehatan juga melaporkan risiko gerakan tubuh yang tidak terkendali. Kondisi ini dapat meningkatkan kemungkinan terjatuh dan mengalami cedera. Selain itu, gangguan koordinasi dapat membuat pengguna kesulitan mempertahankan keseimbangan. Oleh sebab itu, video atau perilaku seseorang yang tampak kehilangan kendali setelah menggunakan produk tidak dikenal sebaiknya tidak dianggap sebagai sesuatu yang lucu atau sekadar efek sementara. Kondisi tersebut dapat menandakan gangguan serius pada sistem saraf.

Etomidate Sudah Menjadi Narkotika Golongan II di Indonesia

Status hukum etomidate di Indonesia juga mengalami perubahan penting. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2025 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika, etomidate dimasukkan ke dalam Narkotika Golongan II. Peraturan tersebut berlaku sejak 28 November 2025. BNN kemudian menyoroti penggunaan rokok elektronik sebagai media baru untuk menyamarkan berbagai narkotika, termasuk etomidate. Dengan demikian, penyalahgunaan etomidate melalui vape kini berada dalam konteks pengendalian narkotika di Indonesia. Informasi ini penting karena masyarakat mungkin masih mengenal etomidate hanya sebagai obat anestesi dan belum memahami perubahan status hukumnya.

BNN Menemukan Etomidate dalam Modus Vape

Fenomena etomidate dalam vape bukan hanya muncul dari satu kasus selebritas. Pada Januari 2026, BNN bersama Bea dan Cukai serta Imigrasi mengungkap jaringan internasional yang menggunakan liquid vape sebagai salah satu media penyamaran narkotika. BNN kemudian kembali mengingatkan bahwa rokok elektronik dapat digunakan sebagai sistem penghantaran zat narkotika. Modus seperti ini membuat produk berbahaya terlihat menyerupai vape biasa. Bagi pengguna, masalahnya semakin besar karena tampilan cartridge tidak selalu menunjukkan isi sebenarnya. Karena itu, menggunakan cairan atau cartridge dari sumber tidak jelas membawa risiko yang sulit diperkirakan hanya berdasarkan kemasan.

Kasus Jule Berawal dari Pengembangan Penangkapan Dua Perempuan

Kasus yang menyeret nama Julia Prastini bermula ketika polisi mengamankan dua perempuan berinisial RR dan RN di sebuah apartemen di Jakarta Barat pada 14 September 2026. Polisi menemukan 27 cartridge yang diduga mengandung etomidate. Dari pemeriksaan dan penelusuran transaksi, penyidik menemukan bukti pengiriman yang mengarah kepada Jule. Polisi kemudian mendatangi sebuah apartemen di Jakarta Selatan dan mengamankannya. Dalam pengembangan berikutnya, polisi juga mengamankan seorang warga negara China berinisial XC yang disebut berperan dalam jaringan peredaran tersebut. Perkara kemudian dikembangkan untuk mengurai pemasok dan jalur distribusi vape etomidate.

Polisi Menemukan Empat Cartridge di Apartemen Jule

Menurut keterangan kepolisian pada 19 September 2026, empat cartridge ditemukan ketika Jule diamankan. Tiga cartridge disebut sudah kosong atau habis digunakan, sedangkan satu lainnya masih berisi cairan yang mengandung etomidate. Polisi juga menyatakan hasil pemeriksaan terhadap Jule menunjukkan penggunaan etomidate. Berdasarkan penyelidikan awal, penggunaan tersebut disebut baru berlangsung sekitar dua sampai tiga minggu. Namun, status Jule perlu ditulis secara tepat. Polisi memosisikannya sebagai pengguna dalam penanganan perkara tersebut dan mengarahkannya menjalani rehabilitasi. Sementara itu, pihak yang diduga berperan sebagai pemasok dan bandar diproses sebagai tersangka.

Singapura Juga Memperketat Penanganan Vape Etomidate

Masalah vape etomidate juga menjadi perhatian serius di Singapura. Health Sciences Authority mencatat ratusan pelanggaran terkait vaporiser etomidate pada kuartal kedua 2026. Otoritas setempat juga mengambil tindakan terhadap pihak yang diduga mengimpor atau memasok produk tersebut. Kebijakan Singapura terhadap vape memang sudah sangat ketat, sehingga konteks hukumnya berbeda dari Indonesia. Namun, pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa penyalahgunaan etomidate melalui rokok elektronik bukan fenomena yang hanya ditemukan di satu negara. Peredarannya telah menjadi persoalan kesehatan dan penegakan hukum lintas wilayah.

Vape Ilegal Sulit Dinilai Hanya dari Tampilan Fisik

Salah satu tantangan terbesar adalah sulitnya mengetahui kandungan sebuah cartridge hanya dengan melihat bentuk luarnya. Produk dapat tampak seperti vape biasa, padahal cairannya mengandung obat atau zat psikoaktif. Selain etomidate, BNN juga memperingatkan mengenai penggunaan vape untuk menyamarkan narkotika lain. Situasi tersebut membuat produk dari sumber tidak resmi memiliki risiko tambahan. Pengguna tidak mengetahui konsentrasi zat, campuran bahan, maupun proses produksinya. Selain risiko farmakologis dari zat utama, kontaminan dan campuran yang tidak diketahui juga dapat menambah bahaya. Karena itu, tampilan produk bukan indikator keamanan kandungannya.

Bahaya Etomidate pada Vape Tidak Boleh Disepelekan

Bahaya etomidate pada vape berasal dari penggunaan obat anestesi di luar lingkungan medis dan tanpa kontrol dosis yang jelas. Efek pada kesadaran, koordinasi tubuh, serta fungsi adrenal menjadi beberapa alasan mengapa zat ini membutuhkan pengawasan medis. Di Indonesia, statusnya sebagai Narkotika Golongan II juga membuat penyalahgunaannya memiliki konsekuensi hukum. Kasus yang melibatkan Jule sekaligus menunjukkan bagaimana vape dapat menjadi media peredaran zat yang tidak terlihat dari kemasannya. Karena itu, masyarakat perlu lebih kritis terhadap cartridge atau cairan yang berasal dari sumber tidak jelas. Produk yang terlihat seperti vape biasa belum tentu memiliki kandungan yang biasa pula.